Piala Dunia FIFA 2018: Lima manajer Papan Atas yang luput dari Sorotan Piala Dunia.

Mengelola sebuah tim sepak bola nasional selalu merupakan urusan yang rumit dan memang akan selalu seperti itu. Namun, kejuaraan besar, terutama Piala Dunia, menawarkan pelatih tim nasional kesempatan untuk meninggalkan jejak emas di panggung global. Kita akan menyoroti lima manajer yang akan disoroti lebih tajam daripada yang lain di Piala Dunia Rusia kali ini.

☆ Julen Lopetegui (Spanyol)

Ketika dia diumumkan sebagai pengganti Vicente Del Bosque setelah akhir putaran kedua yangg mengecewakan Spanyol dari Italia di Euro 2016, tidak semua orang yakin Lopetegui merupakan  tindakan penyelamatan yang sangat dibutuhkan Spanyol. Namun, dalam waktu kurang dari 24 bulan, pemain berusia 51 tahun itu telah merevitalisasi La Roja, yang sekali lagi terlihat nyata dalam prestasi tim asuhannya belakangan ini.

☆ Didier Deschamps (Prancis)

Mantan kapten Prancis itu hanya bisa mencapai perempat final di Piala Dunia pertamanya sebagai manajer Les Bleus empat tahun lalu. Kali ini, dilengkapi dengan skuad yang lebih muda dan lebih berbakat di dalam skuat rancangannya, Deschamps memiliki peluang lebih besar untuk menjadi orang kedua yang menjadi kapten dan melatih tim nasionalnya ke kejayaan Piala Dunia setelah Franz Beckenbauer.

☆ Tite (Brasil).

Timnas Brasil memilih Dunga setelah aib kekalahan di Piala Dunia 2014. Segera setelah itu, mereka berpaling ke Tite di tengah hantaman lain di Copa America Centenario 2016. Tite telah memicu transformasi yang luar biasa. Cara di mana mantan bos Korintus itu telah memadukan soliditas dengan style nya  telah membuat Selecao muncul sebagai pesaing serius untuk gelar keenam.

☆ Jorge Sampaoli (Argentina)

Setelah menyerahkan kendali La Albiceleste pada bulan Juni selama momen penting dalam kampanye kualifikasi mereka, Sampaoli menyelipkan  pemain talisman Lionel Messi saat Argentina menyelinap ke putaran final 2018. Namun pria berusia 58 tahun itu  sadar bahwa kejeniusan Messi saja tidak akan cukup bagi bangsanya untuk mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar juara.

☆ Roberto Martinez (Belgia)

Pemain Spanyol berusia 44 tahun itu mengambil alih tim pada Agustus 2016 dan lulus tes pertamanya dengan mengukir prestasi, membimbing Setan Merah ke kampanye kualifikasi Piala Dunia yang tak terkalahkan. Namun, tantangan yang lebih besar terletak sekarang di mana Martinez akan bertujuan untuk membawa Belgia melewati rintangan perempat final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

Archives

Categories

Partner

GiottoPress by Enrique Chavez